MENGEVALUASI PERANGKAT PASIF JARINGAN FIBER OPTIK | TJBL

 MENGEVALUASI PERANGKAT PASIF JARINGAN FIBER OPTIK


Passive Optical Network (PON) merupakan sebuah teknologi tembaga yang digunakan baik pada narrow-band dan broadband. Teknologi ini dikatakan pasif karena memiliki elemen pembagi vang tidak memanipulasi sinyal optik. Salah satu jenis dari PON adalah GPON (Gigabit Ethernet PON).

A. Pasif Optical Network ( PON )

Passive Optical Network (PON) adalah jaringan point-to-multipoint berbasis serat optik yang memiliki elemen pembagi optik (optical splitter) yang berfungsi sebagai penyalur data untuk beberapa tujuan.
Elemen pembagi tersebut bersifat pasif artinya tidak melakukan manipulasi sinyal seperti penguatan sinyal optik. 

Dengan teknologi serat optik beberapa layanan hanya menggunakan satu saluran kabel, sepert misalnya telepon, data, dan video. Salah satu teknologi Wavelength Division Multiplexer (WDM) memungkinkan terjadinya beberapa layanan yang menggunakan satu jalur kabel.

    Sinyal optik downstream dan upstream merupakan dua buah sinyal yang berbeda panjang gelombangnya dan dilewatkan pada jalur yang sama.  Sinyal downstream adalah berupa paket-paket yang dikirimkan dengan cara broadcast lewat sebuah serat,kemudian optical splitter akan mengirimkan paket-paket tersebut ke semua end-point. Jadi setiap ujung (terminal) akan menerima paket data yang sama untuk dibagikan hanya data tertentu yang akan diproses.

B. Gigabit Passive Optical Network ( GPON )

1. Pengenalan GPON

    GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984 .GPON mempunyai dominansi pasar yang lebih tinggi dan roll out lebih cepat dibanding penetrasi GEPON. Standar G.984 mendukung bit rate yang lebih tinggi, perbaikan keamanan, dan pilihan protokol layer 2 (ATM, GEM, atau Ethernet).

    Baik GPON ataupun GEPON, menggunakan serat optik sebagai medium transmisi. 
Yang menjadi ciri khas dari teknologi ini dibanding teknologi optik lainnya semacam SDH adalah teknik distribusi trafik dilakukan secara pasif.

    GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast ke arah downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. 

2. Prinsip Kerja GPON
  Prinsip kerja dari GPON, ketika data atau sinyal dikirimkan dari OLT, maka ada bagian yang bernama splitter yang berfungsi untuk memungkinkan serat optik tunggal dapat mengirim ke berbagai ONU, untuk ONU sendiri akan memberikan data-data dan sinyal yang diinginkan pelanggan.

    Pada prinsipnya, PON adalah sistem point to multipoint, yang menggunakan splitter sebagai pembagi jaringannya. Arsitektur sistem GPON berdasarkan pada TDM (Time Division Multiplexing) sehingga mendukung layanan T1, E1 dan DS3.

3. Komponen GPON

a. Network Management System (NMS) 
   NMS merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk mengontrol dan mengkonfigurasi perangkat GPON Letak NMS ini bersamaan di dekat OLT namun berbeda ruangan Konfigurasi yang dapat dilakukan oleh NMS adalah OLT dan ONT, Selain itu NMS dapat mengatur layanan GPON seperti POTS, VoIP, dan IPTV NMS ini menggunakan platform Windows dan bersifat GUI (Groffic Unit Interface) maupun command line: NMS Perangkat (OT) memiliki jalur langsung ke OLT, sehingga NMS dapat memonitoring ONT dari jarak jauh.

b. Optical Line Terminal (OLT) 
   OLT menyediakan interface antara sistem PON dengan penyedia layanan Iservice provider) data, video, dan jaringan telepon. Bagian ini akan membuat link ke sistem operasi penyedia layanan melalui Network Management System (NMS). 




c. Optical Distribution Cabinet (ODC)




   ODC (Optical Distribution Cabinet) adalah jaringan optik antara perangkat OLT sampai perangkat ODC. Letak dari ODC ini adalah terletak di rumah kabel. ODC menyediakan sarana transmisi optik dari OLT terhadap pengguna dan sebaliknya. Transmisi ini menggunakan komponen optik pasif. ODC menyediakan peralatan pada ODC terdiri dari: 

1) Konektor 

   Konektor optik merupakan salah satu perlengkapan kabel serat optik yang berfungsi sebagai penghubung serat. Dalam operasinya konektor mengelilingi serat kecil sehingga cahayanya terbawa secara bersama-sama tepat pada inti dan segaris dengan sumber cahaya (serat lain). Konektor yang digunakan pada Optical Access Network (OAN) dapat dipasang di luar dan di lokasi pelanggan. 

2) Splitter



   Splitter merupakan komponen pasif yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab tidak memerlukan sumber energi eksternal dan optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga cara kerjanya membagi daya optik sama rata.

   Passive splitter atau splitter merupakan optical fiber coupler sederhana yang membagi sinyal optik menjadi beberapa path (multiple path) atau sinyal-sinyal ОО kombinasi dalam sutu jalur. Selain itu splitter juga dapat ber berbagai sinyal optik. Alat ini sedikitnya terdiri dari 2 port dan bisa lebih hingga mencapai 32 port.

   Berdasarkan ITU 6.9831 BPON Standard direkomendasikan agar sinyal dapat dibag untuk 32 pelanggan, namun rasio meningkat menjadi 64 pelanggan berdasarkan ITUT G984 GPON Standard. Hal ini berpengaruh terhadap redaman sistem, seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel 8.1 Redaman Passive Splitter




d. Optical Distribution Pack (ODP)




Instalasi atau terminasi yang bagus dari serat adalah persyaratan utama untuk menjamin kemampuan transmisi pada kabel serat optik. Syarat utama ODP adalah: 

1) ODP dapat diubah tanpa mengganggu kabel yang sudah terpasang dengan cara melebihkan kabel serat optik beberapa meter.

2) Setiap ODP harus punya ruangan untuk memuat splitter. 

3) ODP harus memiliki akses dari sisi depan.

4) Setiap ODP harus memiliki penutup depan untuk melindungi orang dari cahaya laser yang langsung keluar dari ujung serat. 

5) ODP harus mempunyai ruang untuk memuat dan memandu kabel serat optik.

e. Optical Network Termination (ONT)

ONU menyediakan interface antara jaringan optik dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN diubah oleh ONU menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan. Pada arsitektur FTTH, ONU diletakkan di sisi pelanggan, Perangkat ONU yang digunakan PT. Telkom salah satunya adalah ZXA10 FN62X yang merupakan pabrikan merek ZTE. 

4) Keunggulan dan Kekurangan GPON 




Adapun beberapa keunggulan yang dimiliki oleh teknologi 

a. Mendukung aplikasi triple play (suara, data, dan GPON adalah: video) pada layanan FTTx yang dilakukan melalui satu core fiber optic. 

b. Dapat membagi bandwidth sampai 32 ONT

c. GPON mengurangi penggunaan banyak kabel dan peralatan pada kantor pusat bila dibandingkan dengan arsitektur point to point. Hanya satu port optik di central office (menggantikan multiple port).

d. Alokasi bandwidth dapat diatur.

e. Biaya maintenance yang murah karena menggunakan komponen pasif.

f. Transparan terhadap laju bit dan format data. GPON dapat secara fleksibel mentransferkan. informasi dengan laju bit dan format yang berbeda karena setiap laju bit dan format data ditransmisikan melalui panjang gelombang yang berbeda. Laju bit 1.244 Gbit/s untuk upstream dan 2.44 Gbit/s untuk downstream.

g. Biaya pemeliharaan dan pengembangan lebih efisien. Hal ini dikarenakan arsitektur Jaringan GPON lebih sederhana dari pada arsitektur jaringan serat optik konvensional. 

Sedangkan kekurangan yang dimiliki GPON, antara lain:

a. Model layering yang kompleks.

b. Lebih mahal dibandingkan GEPON. 

c. Transceiver pada laju 2.4 Gbps saat ini mahal.

d. Bandwidth upstream terbatas pada hingga 622 Mbps saat ini.

Gigabit Ethernet Passive Optical Network (GEPON)

5) Spesifikasi Layanan GPON

C.Gigabit ethernet Passive Optical Network (GEPON)

1. Pengenalan GEPON

   GEPON (Gigabit Ethernet Passive Optical Network) merupakan teknik akses optik kecepatan akan yang telah distandarisasi menurut IEEE 802.3ah EFM (Ethernet in the First Mile) sehingga dapat digunakan pada konfigurasi point to multipoint. Ketika ITU-T membangun standar BPON dan GPON, sebuah working group IEEE yang bernama Ethernet-in-the-first-mile mengembangkan PON yang berbasis Ethernet. P merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984. Lapis physical media dependent pada EPON/GEPON dapat mendukung maksimum 1.25 Gbps (laju data efektif 1.0 Gbps) untuk trafik downstream dan upstream, GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast ke arah downstream dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. GEPON mengenkapsulasi dan men-transport data pengguna dalam frame Ethernet. GEPON dikeluarkan sebagai jenis dari sistem high speed optical access. Hal tersebut dikarenakan sistem PON ini menggunakan teknologi Ethernet, yang biasanya disebut "EPON", tetapi karena pengaruh layanan yang diberikan maka lebih dikenal sebagai "gigabit".

Jadi, GEPON merupakan perluasan alami dari LAN pada premis pengguna, dan menghubungkan LAN-LAN menuju infrastruktur MAN/WAN berbasis Ethernet. Karena tidak ada fragmentasi atau penyusunan data pada GEPON dan kebutuhannya pada lapis physical-media dependent lebih longgar, peralatan GEPON lebih murah dibanding GPON Seiring dengan luasnya penggunaan Ethernet pada LAN, GEPON menjadi teknologi akses yang sangat atraktif. Saat ini GEPON sudah tersebar dalam skala besar di Jepang, melayani jutaan pengguna.

2. Prinsip Kerja GEPON 




Standar Ethernet didefinisikan untuk shared medium dan link point-to-point (P2P) fullduplex. Hal ini menyebabkan GEPON mempunyai ciri yang merupakan kombinasi dari dua sifat standar Ethernet tersebut. GEPON menggunakan struktur enkapsulasi paket Ethernet untuk komunikasi pada layer 2. Saat ini terhitung hampir 95 % komunikasi LAN menggunakan aplikasi karena strukturnya yang ekonomis dan sumber komunikasi access network. Data dikirimkan dengan panjang Gambar 8.10 Prinsip kerja GPON variabel paket data maksimum sebesar 1.518 Bytes sesuai dengan Ethernet standar IEEE 802.3ah struktur Point to Multipoint, dimana satu OLT bisa dihubungkan sampal 32 ONU. Semua ONU saling berbagi bandwidth 1 G melalui TDM (Time Division Multiplex). Karena itu masing-masing ONU bisa menyediakan bandwidth max 1 Gbps untuk arah uplink atau downlink. Transceiver optik menggunakan sistem WDM (Wavelength Division Multiplexer) dengan panjang gelombang yang digunakan berbeda antara pengirim dan penerima. 

a. Upstream: 1260. 1360 nm (1310±50).

b. Downstream: 1480 1500 nm (1490±10). 

   GEPON tidak membutuhkan beberapa protokol yang rumit untuk mentransmisikan sinyal optik secara tepat sampai ke pelanggan, karena sinyal dari pelanggan bisa ditransmisikan ke OLT secara terpusat. Pada NMS (Network Management System), menggunakan SNMP Simple Network Management Protocol untuk managemen elemen jaringan ONU sebagai fitur dari OAM (Operations, Administration and Maintenance).

   Pada arah downstream, GEPON bertindak sebagai shared medium, dengan frame-frome yang dikirim oleh OLT mencapai setian ONU. Pada arah upstream, karena sifat direksional dari coupler paut frame-frame data hanya akan mencapai OLT, tidak menuju ONU lainnya. Artinya, pada arah upstream perilaku GEPON dapat dibandingkan dengan jaringan P2P. Tetapi, tidak seperti jaringan P2P sebenarnya, dalam GEPON frame-frame yang dikirimkan dari ONU yang berbeda bisa bertabrakan, Sehingga pada arah upstream terdapat syarat untuk berbagi  serat trunk dan mengatur time slot transmisi ONU untuk mencegah tabrakan. Untuk mengurus syarat koordinasi trafik yang unik pada sisi upstream GEPON menggunakan MPCP, yang merupakan protokol berbasis frame, berdasarkan pesan-pesan kontrol MAC 64-byte, yang mengoordinasikan trafik upstream. Hal ini menyebabkan mekanisme pengiriman data antara upstream dan downstream berbeda. Berikut prosedur masing-masing arah.

a. Arah downstream




Pada arah ini, frame-frame Ethernet yang dikirim oleh OLT melewati splitter pasif 1:N dan disebar secara broadcast menuju setiap ONU. Frame Ethernet diekstrak oleh ONU tujuan mereka berdasarkan alamat Medium Access Control (MAC), sehingga ini tidak berbeda dengan LAN Ethernet pada umumnya. Berikut gambar proses pengiriman data pada downstream (lihat gambar 8.12). 

b. Arah upstream




Pada arah ini, frame-frame Ethernet dikirim oleh masing-masing ONU dalam mode burst dengan pemotongan waktu seperti TDM. OLT menugaskan tap ONU slot waktu transmisi tertentu. Slot waktu transmisi ini mencegah fragmentasi dan tabrakan sinyal. Slot waktu dilengkapi dengan ukuran tetap tetapi pemberiannya lebih fleksibel. Sebuh ONU menahan frame-frame yang diterima dari pelanggan sampai slot waktunya tiba.Ketika slot waktunya tiba, ONU mengirimkan semua frame yang disimpan pada kecepatan kanal penuh, yang harus sesuai dengan salah satu dari laju data. standar Ethernet dalam cara burst. Berikut gambar proses pengiriman data pada sisi upstream (lihat gambar 8.13).

3. Komponen GEPON

a. Optical Line Terminal (OLT)

   OLT adalah elemen jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang menyediakan antarmuka PON menuju core IP/Ethernet dan jaringan operasi. OLT dtempatkan pada CO (Central Office). dihubungkan ke ONU melalui PON dengan kabel fiber, splitter dan komponen pasif lain.
   OLT diatur oleh EMS. Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal optik-ke elektrikan elektrik-ke-optik, control transmisi bidireksional, multpleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, perutean/switching paket, fungsi operasi, administrasi, dan pemeliharaan (OAM), konvesi PON dan jaringan, dan fungsi antarmuka 

b. Optical Network Unit (ONU)

ONU merupakan elemen pada sisi pelanggan FTTH yang menyediakan antarmuka pelanggan menuju PON. Dalam perangkat ONU menyediakan pengubah opto-electrical (melewatkan informasi yang diubah dan framework serat optik menjadi framework logam listrik, ONU merupakan suatu tik pembatasan, dimana merupakan akhir dan aliran optik jaringan pembawanya dan merupakan awal dari jaringan akses pelanggan, Perbedaan ONT dan ONU yaitu ONU masih membutuhkan perangkat NT (Network Terminal) di bagian pelanggan, sedangkan ONT bisa langsung dihubungkan dengan user equipment. Maksimal jumlah ONU/ONT dalam GEPON yang bisa digunakan yaitu 12 ning Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal E/O dan O/E, multipleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, dan konversi sinyal layanan pelanggan dan PON beriringan dengan proses menyediakan berbagai antarmuka customer premise equipment (CPE) 

c. Optical Splitter

   Splitter merupakan perangkat yang membagi daya optik menjadi N jalur terpisah menuju pelanggan. Sebagai penghubung antara OLT dengan ONU. Berfungsi untuk mentransmisikan di input optik arah downlink menuju port multi output, dan bisa membagi satu serat optik ke dalam multi user dimana bandwidth dari serat tersebut dibagi-bagi, Untuk arah uplink, me multiplexing kanal-kanal sinyal optik ONU menuju satu serat optik

   Optical splitter diklasifikasikan komponen pasif karena di dalamnya tidak ada komponen akt elektrik, hal ini berarti tidak sensitif terhadap temperatur ataupun elemen lain yang bisa menjadi masalah dalam komponen elektrik. Jika splitter dirancang untuk membagi daya optik dan jika adalah daya optik yang masuk ke splitter, level daya yang masuk ke tap pelanggan adalah P/N Desain pembagi daya dengan rasio pembagi juga mungkin dan terdapat lebih dari satu splitter dalam jalur tertentu, tergantung penerapannya. Jumlah jalur yang terbagi bisa beragam dari 2 hingga 64, tetapi biasanya mereka berjumlah 8, 16, dan 32.


d. Serat Optik
    Serat optik yang biasa digunakan adalah yang berbasis standar ITU-T G.652 single mode.

4. Keunggulan dan Kekurangan GEPON 

 GEPON sebagai teknologi tetap mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki GEPON, antara lain: 

a. Biaya Lebih Murah Dibanding GEPON

Ada beberapa alasan GEPON menjadi teknologi yang murah dibanding GPON. Salah satunya adalah karena perbedaan line coding yang digunakan. GPON menggunakan teknik Non-Return to Zero (NRZ) untuk pengkodean yang bertujuan untuk mencapai efisiensi bandwidth hingga 100%. Karena syarat yang cukup ketat inilah, desain perangkat transceiver menjadi lebih susah dan mahal. Berbeda dengan GEPON, ia menggunakan line coding 88/108 yang dimaksudkan agar adanya transisi yang cukup antar bit. Dengan keadaan ini, desain perangkat receiver menjadi lebih mudah dan murah. Selain line coding, GEPON lebih murah karena waktu laser on/off lebih longgar, yaitu 512 ns. Berbeda dengan GPON, la memiliki waktu laser on/off yang cukup cepat, yaitu 44 ns. Hal ini menyebabkan GPON memiliki komponen yang mahal. 

b. Implementasi Bersifat Terbuka

Standar IEEE 802.3ah sengaja meninggalkan banyak detail di luar spesifikasi kecuali untuk layer fisik dan data link saja. Ini dilakukan untuk menjaga fleksibilitas implementasi dan mendorong inovasi

dar vendor. Tujuan pembuat standar adalah untuk mempertahankan perangkat yang murah dan waktu yang cepat untuk pemasaran. Contoh, masalah alokasi bandwidth dinamis dan penyediaan tingkat layanan yang terjamin menjadi dua masalah yang menarik untuk diteliti. 

c. Penggunaan Frame Ethernet yang Menguntungkan

Untuk GPON ketika membawa trafik IP, paket-paket harus dipecah menjadi segmen-segmen 48 byte dengan 5 byte header masing-masing. Proses ini memakan waktu dan rumit serta menambah blaya pada OLT dan ONU. Berbeda dengan ethernet, dengan menggunakan paket yang panjangnya variabel, ethernet dibuat untuk membawa trafik IP dan bisa mengurangi overhead secara signifikan Sebagai tambahan, ethernet juga mendukung protokol IGMP yang mendukung layanan multicast sehingga GEPON sangat cocok untuk layanan triple-play, seperti IPTV.

d) Manajemen Lebih Mudah

GEPON hanya membutuhkan satu sistem pengaturan. Sedangkan GPON membutuhkan tiga sistem pengaturan untuk protokol layer 2. Hal ini berarti GEPON menghasilkan total biaya yang lebih rendah. GEPON juga tidak membutuhkan konversi multiprotokol dan hasilnya adalah biaya silikon yang lebih murah. 

Sedangkan kekurangan yang dimiliki oleh GEPON adalah:

a. Bandwidth lebih rendah dibanding GPON

GPON pada arah downstream dapat membawa kecepatan hingga 2.448 Gbps, Sedangkan GEPON hanya bisa membawa 1.25 Gbps. 

b. Masalah interoperabilitas

Karena banyak detail dalam standar IEEE 802.3ah yang belum dijelaskan, maka ini mendorong vendor untuk berinovasi. Namun di satu sisi ini membuat bingung pasar dan kurangnya interoperabilitas.Misalnya, EPON Jepang tidak bisa bekerja dengan EPON Cina. 

5. Spesifikasi Layanan GEPON

Berikut ini tabel spesifikasi layanan GEPON


D. Pengenalan ONU/ONT

Optical Network Unit (ONU) atau Optical Network Terminal (ONT) merupakan perangkat di sisi pelanggan yang menyediakan interface baik data, voice, maupun video. Fungsi utama ONU ini adalah menerima trafik dalam format optik dan mengonversinya menjadi bentuk yang dinginkan, seperti data, voice, dan video.

Menenurut pengertian lain, Optical Network Unit (ONU) atau Optical Network Terminal (ONT) adalah perangkat aktif yang dipasang di sisi pelanggan dimana memiliki fungsi sebagai pengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik dan juga sebagai alat demultiplex. Keluaran dan perangkat ONU/ONT dapat

berupa layanan telpon, data dan internet, dan IPTV. Berikut ini adalah perlengkapan yang disiapkan di sisi pelanggan. 

1. Perangkat Optical Network Unit (ONU). 

2. Kabel fiber optic, Single Mode.

3. Outlet fiber optic.

E. Media Converter Fiber Optic




Feber media converter adalah perangkat jaringan yang dapat menghubungkan dua jenis jaringan berbeda

melalui media seperti twisted pair dengan kabel fiber optic Teknologi ini diperkenalkan ke industri hampir tiga dekade lalu dan mempunyai peranan penting dalam proses interkoneksi antara jaringan berbasis sistem fiber optic dengan jaringan yang berbasis tembaga pada sistem kabel terstruktur. Fiber optic media converter juga digunakan dalam akses MAN dan layanan data transportasi ke pelanggan perusahaan untuk dimanfaatkan dalam sistem keamanan,salah satunya adalah fiber optic media converter for CCTV.

Fiber optic media converter untuk CCTV ini tidak akan terganggu bila terkena petir, dapat digunakan dalam konfigurasi point to point atau beberapa sinyal kamera converter media yang multikompleks ditransmisikan bersama melalui satu link kabel optic fiber. Untuk karena berbasis ethernet to fiber optic medio converter sangat bermanfaat jika tinggal di daerah terpencil dengan akses terbatas. Fiber optic media converter mendukung berbagai protokol komunikasi data berbeda termasuk ethernet to fibre converter, fost ethernet, gigabit ethernet media converter T1/E1/11, DS3/E3, serta beberapa jenis kabel seperti twisted pair, multi-mode dan single-mode serat optik.

Media fiber optik converter merupakan perangkat kecil dan konverter kartu PC dengan sistem chassis yang menawarkan fitur canggih untuk manajemen jaringan. How fiber optic media converter works (cara kerja Fiber Optic Media Converter) adalah dengan SNMP sistem (Simple Network management Protocol) lalu menghubungkan dengan LAN (area lokal) dengan memodifikasi media yang berbeda. Waktu memperluas jangkauan LAN untuk beberapa lokasi, optic media converter ini yang menghubungkan span ke beberapa lokasi sampai 165 km dengan optik 1660 nanometer.



adalah d-link fiber optic media converter, untuk fiber media  Optic Media Converter converter ini memiliki satu konversi media saluran dan mengunakan fiber multimode koneksi SC yang dapat menambah kecepatan mode duplex atau perangkat LED panel depan dan port twisted pair. Multimode SC Fiber Optic ini dapat dimanfaatkan sebagai unit
mandiri atau tidak terdapat fiber optic medio converter chassis: D-link fiber optic media converter Cu diciptakan untuk menghubungan dan menerima melalui Fiber Optik Full kecepatan forwarding. Pada fiber optic media converter jenis fiber optic media converter gigabit pada tahun 2000 digunakan untuk standar transceiver jenis fiber to ethernet media converter dengan standar listrik swappable artinya satu port fiber optik converter gigabit dapat mendukung berbagai media dari tembaga hingga ke gelombang panjang fiber optic singlemode hingga menempuh jarak ratusan kilometer. Jenis fiber optic media converter lain ada rs323 to fiber optic media converter, planet fiber optic media, converter 10 100 1000m media converter, dan lainnya. Untuk fiber optic media converter price (harga fiber optic media converter) berkisar Rp 1.000.000,- harga tersebut akan memengaruhi kondisi dan kualitas fiber optic media converter tersebut. Semakin mahal biasanya kualitasnya semakin bagus.
 Perangkat Pasif Fiber Optic


F .Perangkat pasif Fiber Optic

Dalam sistem jaringan yang menggunakan kabel fiber optic ada perangkat perangkat yang ber diperlukan, perangkat perangkat ini dapat dikatakan sebagai perangkat dasar dari sistem jaringan optic Tentunya perangkat perangkat tersebut mempunyal spesifikasi dan fungsi yang satu sama lain berbeda tapi dalam satu sistem jaringan kabel fiber optic .

1. Patchcord Fiber Optic




Patchcord adalah kabel fiber optic dengan panjang tertentu yang sudah terpasang konektor di ujungnya. Digunakan untuk menghubungkan antar perangkat atau ke koneksi telekomunikasi, Potchcord adalah kabel fiber indoor yang dipakai hanya untuk di dalam ruangan saja. Ada yang simplex (1 core) dan ada pula yang duplex (2 corel, Single mode dan Multimode. Patchcord mempunyai banyak sekali jenis konektor, karena masing-masing perangkat/alat yang digunakan mempunyai tipe yang berbeda pula disesuaikan dengan kebutuhan. Kami menyediakan berbagai jenis dan ukuran fiber optic patchcord, dengan kualitas tingg "Low insertion loss

2.  Fiber Optic Adopter 




Fiber Optic Adapter digunakan untuk penyambung/menghubungkan kabel fiber optic satu dengan yang lain, jika penyambungan dilakukan terhadap kabel fiber optic yang memiliki konektor berbeda maka fiber optic adapter disebut fiber optic adapter hibrid atau Special Adopter. Berikut beberapa jenis fiber optic adapter:

a. FC Fiber optik Adapter

Tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Ada tiga jenis bentuk/type fiber optic FC adapter, tipe persegi, tunggal dan ganda tipe D, semua fiber optik FC adapter dengan rumah (housing) logam dan lengan (Sleeves) dari keramik

b. SC Adapter Fiber Optik

Tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Simplex dan duplex. SC adapter fiber optic dengan rumah (housing) plastik, ada warna: biru untuk PC single mode, hijau untuk APC single mode dan multimode beige untuk PC Semua Fiber Optic SC adapter adalah jenis flange, single mode adopter adalah dengan lengan zirkonia sementara serat multimode adaptor dengan lengan perunggu. 

c. LC Fiber Optik Adapter

Adapter fiber optic LC semua rumah (housing) plastik; ada simpleks LC adapter dan odopter LC duplex, fiber optic adopter LC warna sama dengan fiber optic SC adapter; biru untuk PC single mode, warna beige untuk PC modus multi dan hijau untuk APC single mode. Fiber optic adapter LC dengan lengan perunggu untuk multimode dan lengan zirkonia untuk single mode. d. ST Fiber Optik Adapter

Fiber Optic ST adapter semua jenis ulir, dengan rumah (housing) logam, yang single mode dengan lengan zirkonia dan yang multimode adalah dengan lengan perunggu.

3. Joint Closure Optic 




Joint Closure adalah box tempat untuk menaruh hasil sambungan dari fiber optic. Sebagai contoh: Jika ada kabel fiber optic putus karena terpotong atau terbakar maka kabel tersebut disambung/splicing dan hasil splicingan di taruh di Closure. Untuk kapasitas Closure bervariasi mulai dari closure 6 core, Closure 12core, closure 24core, Closure 48 core hingga closure 256 core.

4. Splitter Optic

Smer merupakan komponen pauf yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya optic sama rata. Jenis-jenis splitter antara lain:

a 12 (tanpa back up)

c. 1:8 (tanpa back up)

d. 1:16 (tanpa bock up)

e. 1:32 (tanpa back up) 2:2 (dengan back up).

9. 2:4 (dengan back up)

h. 28 (dengan bock up)

2:16 (dengan back up) 

j2:32 (dengan back up)



5. Optical Termination Box (OTB) 




Optical Termination Box, berfungsi sebagai tempat pendistribuslan fiber seperti FDF yang menampung maksimum 72 core. Optical Terminal Box juga digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik indoor maupun outdoor dan patchcord OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang


6. Pigtail Fiber Optic 




Pigtail adalah sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor. Biasanya kabel pigtail di install di OTB (Optical Sumber: http://www.cd Distribution Box) dan disambung/splicing dengan tarikan kabel Optic yang glondongan (Loose tube cable/Tight buffered cable). shots/3161583-12 cater imples fiber Gambar 8.29 Pigtail Fiber Optic

7. Fiber Node




Fiber node merupakan titik terminasi antara jaringan optik dengan jaringan koaksial. Fiber node berupa perangkat opto elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal optik yang berasal dari distribution hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah rumah pelanggan melalui kabel koaksial dan sebaliknya. Fiber node sendiri adalah salah satu device yang berhubungan dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak diaplikasikan untuk sistem jaringan TV Kabel.

8. Splicing (alat sambung fiber optic)




Penyambungan kabel optik dikenal dengan istilah splicing, Dalam penyambungan fiber optic diperlukan alat khusus yaitu splicer. Terdapat 2 metode dalam penyambungan optik yaitu: fusion splicing dan mechanical splicing. Fusion splicing memiliki redaman lebih kecil yaitu sekitar 0.1 dBm dibanding Mechanical splicing yang mencapai 0.5 sampai 0.75 dbm di setiap sambungannya. Fusion splicing melakukan penyambungan dengan cara menyelaraskan/meluruskan kedua ujung serat optik yang ingin disambung, memanaskan dan melebur nya hingga menjadi 1 bagian yang tersambung. Fusion splicer menggunakan nichrome wire (teknik lama), atau CO, laser ataupun gas api untuk amber hp/h.ru/ melelehkan serat optik yang ingin disambung. Seiring canggihnya Mt 2018, 08.33 teknologi terdapat fusion splicer yang mampu melakukan splicing Gambar 8.31 Splicing (alat sambung sampai 24 core bersamaan. no image 004 fiber optic)

Umumnya biaya yang harus ditanggung adalah harga per core (satu sisi) rate nya sekitar 50 ribu, itu diluar jasa penarikan kabel dan aksesoris pendukung seperti pigtail, Box ODF dan lainnya.

Komentar

Postingan Populer